Dalam memenuhi kebutuhan air bersih selain memanfaatkan air sumur, sebagian masyarakat Kota Kediri memanfaatkan jasa air dari PDAM. Pada tahun 2011 produksi air yang tercatat pada PDAM Kota Kediri sebesar 3.981.366 m3 dengan distribusi yang terjual ke masyarakat sebanyak 2.573.281 m3, sedangkan sisanya digunakan untuk keperluan lain. Dibandingkan dengan tahun 2010, produksi air pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 3.812 m3 dengan distribusi ke masyarakat sebesar 2.603.989 m3.

Jumlah pelanggan PDAM Kota Kediri sampai dengan akhir tahun 2011 sebanyak 13.366 pelanggan (SR). Komposisi pelanggan paling besar adalah Rumah Tangga (RT) dengan jumlah pelanggan sampai dengan akhir tahun 2011 mencapai 12.338 sambungan dengan volume pemakaian air minum oleh pelanggan sebanyak 216.217 m³. Dalam rangka meningkatkan pelayanan, PDAM Kota Kediri terus berupaya memenuhi kebutuhan air selama 24 jam non stop, menekan tingkat kehilangan air, meningkatkan kapasitas produksi dan memperbaiki sistem distribusi.

 

Tabel 3.7 Jumlah Pelanggan dan Volume Pemakaian Air Minum  PDAM

                                 Tahun 2011

Jenis Pelanggan

Pelanggan (SR)

Jumlah Pemakaian (M3)

1.

Sosial Umum (S1)

15

555

2.

Sosial Khusus (S2)

189

7.786

3.

Rumah Tangga (A)

10.974

158.940

4.

Rumah Tangga (B)

1.364

17.188

5.

Instansi Pemerintah (IP)

421

26.625

6.

Niaga Kecil (N1)

371

4.853

7.

Niaga Besar (N2)

32

270

Jumlah

13.366

216.217

                  Sumber : PDAM Kota Kediri

Di Kota Kediri terdapat 63 Pengguna Air Bawah Tanah (ABT) yang berijin. Dibanding dengan jumlah pengguna ABT pada tahun 2010 sebesar 43 pengguna, terjadi kenaikan sebesar 46,51%. Program pembinaan dan pengembangan bidang Energi Air Bawah Tanah pada tahun 2011 terlaksana satu kali kegiatan dalam bentuk sosialisasi dengan tujuan memberikan informasi tentang pentingnya perijinan bagi pengguna ABT sehingga ketersediaan dan kelestarian ABT di Kota Kediri tetap terjaga.

Beberapa hambatan dalam upaya meningkatkan perusahaan pengguna ABT yang berijin adalah kurangnya kesadaran masyarakat pengguna ABT untuk mengurus perijinan. Selain itu terjadi perubahan kebijakan berdasarkan Surat Edaran Walikota Kediri Nomor : 503/70/419.16/2011 tanggal 7 Januari 2011 tentang Larangan Pemungutan Retribusi dan Peraturan Walikota Kediri Nomor 9 Tahun 2011 tanggal 7 Maret 2011 yang menyatakan bahwa Disperidagtamben Kota Kediri tidak memiliki kewenangan mengeluarkan ijin yang berkaitan dengan Air Bawah Tanah. Diperlukan koordinasi yang berkelanjutan antara Disperindagtamben dengan Kantor Pelayanan Perijinan Kota Kediri dalam mengupayakan sosialisasi pengawasan dan pembinaan tentang pentingnya ijin pengguna Air Bawah Tanah kepada masyarakat.

Selain kebutuhan air, listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat yang tidak dapat ditawar. Jaringan listrik memegang peranan penting yang menentukan dinamika aktivitas sosial-ekonomi masyarakat. Hampir semua aspek kehidupan tergantung pada listrik. Konsumsi listrik akan semakin meningkat seiring meningkatnya aktivitas perekonomian masyarakat, sehingga kebutuhan energi listrik dari waktu ke waktu akan semakin besar.

Data tahun 2011 menunjukkan bahwa seluruh wilayah di Kota Kediri telah terlayani kebutuhan listrik. Rasio elektrifikasi bagi rumah tangga sudah baik yang terlihat dari mayoritas rumah tangga yang sudah menggunakan layanan listrik PLN yaitu sebanyak 56.694 rumah tangga.

Jumlah pelanggan listrik PLN Kota Kediri pada tahun 2011 tercatat sebanyak 68.251 pelanggan. Mayoritas pelanggan adalah rumah tangga yaitu sebesar 83,07% dengan jumlah pemakaian sebesar 89.733.601 KWh selama 1 tahun atau 35,57%  dari total pemakaian sebesar 252.234.694 KWh. Meski golongan rumah tangga sangat dominan, namun pelanggan PLN juga terdiri dari beberapa golongan yang bervariasi dengan tarif dasar listrik yang berbeda-beda pula diantaranya : golongan sosial, golongan bisnis, golongan industri, golongan perkantoran, golongan multiguna dan pengguna listrik pra bayar.

Tabel 3.8   Pemakaian Listrik Tahun 2011

Golongan Tarif

Jumlah Pelanggan

Pemakaian                             (KWh 1 Tahun)

Pemakaian (KWh/Bln)                    
1. Sosial

1.331

10.624.156

885.346

    a. S1

    b. S2

1.329

8.332.356

694.363

    c. S3

2

2.291.800

190.983

2. Rumah Tangga (R)

56.694

89.733.601

7.477.800

    a. R1

56.007

83.700.748

6.975.062

    b. R2

551

3.580.905

298.409

    c. R3

136

2.451.948

204.329

3. Bisnis ( B )

4.142

46.864.782

3.905.399

    a. B1

3.490

9.652.056

804.338

    b. B2

644

21.971.256

1.830.938

    c. B3

8

15.241.470

1.270.123

4. Industri (I)

122

94.213.337

7.851.111

    a. I1

43

422.622

35.219

    b. I2

71

10.170.890

847.574

    c. I3

7

4.474.465

372.872

    d. I4

1

79.145.360

6.595.447

5. Perkantoran (P)

555

8.764.879

730.407

    a. P1

252

3.702.916

308.576

    b. P2

1

610.368

50.864

    c. P3

302

4.451.595

370.966

6. Multiguna  (M)

83

1.510.185

125.849

7. Listrik Pra Bayar

5.324

523.754

43.646

Jumlah

68.251

252.234.694

21.019.558

Sumber: PLN Distribusi Jatim Area Pelayanan & Jaringan Kediri

Pada tahun 2011, rata-rata  jumlah Kwh yang dibangkitkan dan dijual serta nilai produksi Kwh yang dijual per bulan dan per tahun dibanding tahun 2010 mengalami kenaikan.  Jumlah Kwh yang dibangkitkan pada tahun 2011 sebesar 262.492.407 Kwh, mengalami kenaikan sebesar 2.627.021 Kwh atau naik sebesar 1,01% dibanding tahun sebelumnya.

Gambar  3.8 Jumlah Kwh yang Dibangkitkan, Dijual, Hilang-Dicuri dan Nilai Produksi Kwh yang Dijual per Bulan dan per tahun (2009-2011)

 

Sumber : PLN Kota Kediri

Sedangkan jumlah Kwh yang dijual pada tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 3,02% dari tahun 2010 sebesar 250.606.780 Kwh. Besarnya Kwh yang hilang-dicuri pada tahun 2011 mulai menurun, dari 9.256.606 Kwh pada tahun sebelumnya menjadi 4.305.622 Kwh. Perbaikan kondisi ini dapat mengurangi tingkat kerugian PLN.

Sedangkan nilai produksi Kwh yang dijual per bulan dan per tahun turut mengalami kenaikan dengan capaian masing-masing sebesar 21.515.565 dan 258.186.785. Dibanding tahun sebelumnya, terjadi kenaikan yang sama sebesar 3,02%.