Salah satu program inovatif Bapak Walikota Kediri, Abdullah Abubakar, SE   yang sasaran awalnya untuk mengurangi pengeluaran biaya pendidikan bagi masyarakat Kota Kediri dengan menghidupkan kembali angkutan kota yang selama ini mati suri di Kota Kediri. Program yang dikenal dengan nama Program Angkot Gratis untuk Pelajar dan Mahasiswa, telah dilaunching pelaksanaannya pada tanggal 10 Maret 2015 bertempat di terminal Tamanan Kota Kediri. Kemasaan program tersebut adalah para pelajar dan mahasiswa gratis naik angkot pada jam berangkat dan pulang sekolah, yaitu pada pagi hari pukul 06.00 – 07.00 WIB, dan siang pada pukul 12.00 – 14.00  WIB. Diluar jam-jam itu mereka tetap membayar seperti biasanya.

Program yang awalnya dirancang untuk memberikan subsidi BBM   kepada 40 angkot  di Kota Kediri ini selain untuk menghidupkan sarana transportasi massal di Kota Kediri, juga berupaya untuk menekan atau mengurangi angka kecelakaan lalu lintas (- tergolong tinggi untuk ukuran kota kecil yaitu 381 kasus kecelakaan pada tahun 2014-) . Yang lebih penting lagi,  adalah menghemat uang saku siswa jika mau naik angkot ketika berangkat dan pulang sekolah.

Untuk mensukseskan program ini, telah dipersiapkan pendanaannya di APBD tahun 2015. Agar program ini efektif,  Walikota Kediri menghimbau kepada sopir angkot untuk tidak ngetem terlalu lama, kalau bisa setiap 2,5 menit atau paling lama keberangkatan antar angkot 5 menit, sehingga semua siswa yang mau sekolah dapat terangkut dan tidak terlambat. Selain itu angkot harus harus diperbaiki sehingga penumpangnya merasa nyaman. Untuk pelaksanaan akan diawasi oleh 16 personel dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) mulai dititik pemberangkatan trayek hingga dititik finish (tujuan akhir angkot).    (Yon-LDK2015)