Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Ke – 9 Tahun 2013 di Kota Kupang yang berlangsung pada hari Senin – Rabu (18 – 20 November 2013) bertempat di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.  Acara Pawai Kirab Budaya sebagai agenda pertama dalam Rakorkomwil IV APEKSI berlangsung pada Senin (18/11) sore. Pelepasan peserta kirab budaya oleh Walikota Kupang, Jonas Salean, SH., M.Si didampingi Wakil Walikota dr. Hermanus Man.  Peserta pawai yang berasal dari beberapa Kota tersebut menggunakan pakaian adat dan membawa kesenian tradisional dari daerah masing-masing. Seperti peserta dari Kota Mataram, Kota Bima, dan Kota Madiun membawakan atraksi budaya khas daerah yang diperagakan didepan tamu undangan dan masyarakat penonton pawai. Sementara dari Kota Kupang, peserta pawai menggunakan pakaian adat dari beberapa kabupaten yang ada di NTT. Peserta pawai melewati ruas jalan dari sepanjang Jl. Ahmad Yani depan kampus Unika dan finish di Jl. Timor Raya depan Restoran Suba-Suka Paradise.

Kirab Budaya

Gala Dinner peserta Rakor Komwil IV Apeksi ke-9, berlangsung pada Senin (18/11) malam di Restoran Suba-Suka Paradise. Gala Dinner dengan konsep garden party tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Hadir dalam kegiatan tersebut Walikota Kupang dan Wakil Walikota sebagai tuan rumah, para Walikota peserta Apeksi ke-9 beserta rombongan masing-masing, sesepuh Kota Kupang dan provinsi NTT, Mayjen (Purn) Herman Musakabe, Sekda Kota Kupang dan jajaran pimpinan SKPD Kota Kupang. Para tamu undangan  dihibur dengan kesenian khas NTT baik nyanyian maupun

Malam keakraban tersebut ditutup dengan peragaan tarian massal khas daerah NTT yang diikuti oleh seluruh tamu undangan yang hadir. Sebagai peserta Rakor Komwil IV Apeksi ke-9 di Kota Kupang yaitu Kota Mataram, Kota Denpasar, Kota Bima, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Mojokerto, Kota Blitar, Kota Batu, Kota Kediri, Kota Surabaya dan Kota Kupang. Jumlah kota peserta sebanyak 12 kota.

Malam Gala Diner

Acara Rakorkomwil IV APEKSI dilaksanakan di Grand Mutiara Resto dan Ballroom, Jalan Timor Raya pada hari selasa (19/11 secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT. Adapun peserta yang hadir adalah Gubernur NTT, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Kupang, Walikota dan rombongan peserta Apeksi Komwil IV, Walikota dan Wakil Walikota Kupang sebagai tuan rumah, Sekda Kota Kupang, Pimpinan SKPD lingkup Pemkot Kupang, Camat dan Lurah se-Kota Kupang, Narasumber serta tamu undangan lainnya.

Pembukaan Rakor Komwil

Rakor Apeksi yang ke – 9 ini mengambil tema ‘Kerjasama antar daerah  dalam mewujudkan pelaksanaan Otonomi Daerah’ bertujuan untuk mencari solusi bagi penyelesaian masalah antar daerah dan  menghasilkan sejumlah rekomendasi dan program bagi Pemkot maupun Direktur Eksekutif Apeksi satu tahun ke depan. Rakor ini diikuti oleh para Walikota se-Komwil IV Apeksi dan beberapa pejabat pendamping, peninjau dan mitra kerja Apeksi yaitu Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Blitar, Kota Batu, Kota Kediri, Kota Denpasar, Kota Mataram, Kota Bima, Kota Kupang.

Dalam acara tersebut Narasumber pertama adalah Walikota Surabaya dengan memberikan materi Best Practise dalam pelaksanaan Good Government Kota Surabaya mulai dari pelaksanaan reformasi birokrasi, inovasi daerah dan peningkatan daya saing daerah. Narasumber berikutnya disampaikan oleh Mayjen (Purn) Herman Musakabe dengan menyampaikan materi Menciptakan Kepemerintahan Yang Baik Melalui Kepemimpinan Yang Melayani.

Narasumber

Setelah melaksankan sidang Pleno, Rekomendasi yang dihasilkan dalam Rakorkomwil IV APEKSI antara lain:

  1. Perlunya percepatan dan penguatan kerjasama antar pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan pembangunan lintas wilayah.
  2. Perlu dibentuk kelembagaan pengelolaan kerjasama antar daerah yang lebih mantap,  sehingga perlu dilakukan kajian mendalam mengenai bentuk-bentuk kelembagaan antar kota yang paling tepat untuk diimpelementasikan dalam konteks kerjasama antar daerah.
  3. Pemerintah dan Pemerintah Daerah perlu giat memfasilitasi pola pertukaran kegiatan lintas regional, terutama yang berkaitan dengan penguatan kapasitas dibidang pendidikan, sosial budaya, pertahanan keamanan dan perekonomian dengan menjadikan keberhasilan program lintas regional sebagai percontohan.
  4. Pemerintah khususnya Propinsi dan Kabupaten/Kota perlu melakukan upaya peningkatan kualitas dan kuantitas aparatur penyelenggara kerjasama, karena hal itu ikut menentukan tingkat keberhasilan kerjasama khusus untuk peningkatan kualitas pemahaman, pemerintah daerah secara intens perlu melakukan pembekalan, pelatihan workshop dan lain-lain.
  5. Sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah perlu ditingkatkan peran Propinsi dalam memfasilitasi penyelesaian pemasalahan-permasalahan antar daerah, termasuk aset-aset daerah dan batas antar wilayah, mengingat Propinsi sebagai  perpanjangan tangan pemerintah pusat dan sebagai fasilitator dan katalisator kerjasama antar daerah.
  6. Masing-masing daerah agar mengkaji potensi-potensi daerah yang dapat dikerjasamakan .
  7. Pemantapan regulasi dan pemberian penghargaan bagi best practise dalam pelaksanaan kerjasama antar daerah.  Selama ini keberhasilan kerjasama antar daerah belum diapresiasi dan didesiminasikan ke daerah-daerah.

 Selain itu, APEKSI Komwil IV tetap berkonsentrasi dalam pelaksanaan program kerja antara lain Pengentasan Kemiskinan; Pengelolaan Lingkungan Hidup; Peningkatan Kerjasama Antar Daerah; Kependudukan, Pembangunan Sosial; Peningkatan Kemitraan baik dengan Donor, Swasta, NGO, maupun Perguruan Tinggi; Pengembangan e-government; Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah yang Transparansi dan Akuntable; Penciptaan Good and Clean Goverment; dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Pemerintahan.